Cilacap (14/07) – Memasuki sesi lanjutan Workshop Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam Membangun Ekosistem Madrasah yang Humanis, Kolaboratif, dan Berkelanjutan, peserta mendapatkan penguatan materi mengenai Arah Kebijakan Pendidikan Madrasah dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, H. Aryo Subroto, S.H., M.Pd.I.

Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sangat bergantung pada peran guru sebagai figur teladan sekaligus inspirasi bagi peserta didik. Menurutnya, guru yang mampu membangun hubungan yang hangat dan penuh kasih dengan peserta didik akan menjadi sosok yang selalu dinantikan kehadirannya di dalam kelas.

“Apabila guru menjadi idola bagi semua siswa, maka guru akan menjadi sosok yang paling dinantikan kehadirannya di kelas. Dari situlah proses pembelajaran akan berlangsung dengan menyenangkan, bermakna, dan mampu membentuk karakter peserta didik,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 bukan sekadar menghadirkan perubahan administratif dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah, tetapi merupakan langkah strategis dalam transformasi kurikulum. Melalui penerapan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kecintaan terhadap sesama dan lingkungan, serta mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri sebagai insan yang religius.

Beliau juga mengajak seluruh guru untuk memaknai Kurikulum Berbasis Cinta sebagai budaya yang hadir dalam setiap proses pembelajaran. Nilai-nilai kasih sayang, keteladanan, penghargaan terhadap potensi peserta didik, serta pembelajaran yang memerdekakan harus menjadi bagian dari praktik pendidikan sehari-hari di madrasah.

Pada sesi berikutnya, materi disampaikan oleh Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Mardiyo, S.Pd., M.Pd.I., dengan tema “Peran Pengawas dalam Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Budaya Mutu Madrasah.”

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pengawas madrasah memiliki peran strategis sebagai pendamping, pembina, sekaligus mitra bagi kepala madrasah dan guru dalam mengawal implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Pengawasan tidak lagi berorientasi pada pencarian kekurangan, melainkan menjadi proses pembinaan yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, profesionalisme guru, serta penguatan budaya mutu secara berkelanjutan.

Menurut beliau, budaya mutu hanya dapat terwujud apabila seluruh warga madrasah memiliki komitmen yang sama terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan. Oleh karena itu, kolaborasi antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, pengawas, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem madrasah yang unggul, inovatif, dan berkarakter.

Melalui dua materi tersebut, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai arah kebijakan pendidikan madrasah sekaligus strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sesuai dengan kebijakan Kementerian Agama. Diharapkan, seluruh guru MAN 3 Cilacap mampu mengimplementasikan pembelajaran yang mendalam, humanis, dan berorientasi pada pengembangan karakter, sehingga madrasah semakin siap mencetak generasi yang berakhlakul karimah, berilmu, adaptif terhadap perubahan, dan mampu berkompetisi di tingkat global.

Oleh Mukhtar (TIM IT MAN 3 Cilacap)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top