Cilacap (15/07) – Hari kedua Workshop Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam Membangun Ekosistem Madrasah yang Humanis, Kolaboratif, dan Berkelanjutan yang diselenggarakan MAN 3 Cilacap pada Rabu, 15 Juli 2026, menghadirkan Fasilitator Nasional Kurikulum Berbasis Cinta, H. Muhamad Siswanto, M.Pd.I., yang menyampaikan materi mengenai Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Membangun Ekosistem Madrasah melalui Integrasi KBC dalam Kepemimpinan, Budaya Kerja, dan Tata Kelola Madrasah. Materi tersebut menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan ruh (soul) penyelenggaraan pendidikan yang terintegrasi dalam seluruh aspek pembelajaran, budaya madrasah, dan kebijakan kelembagaan.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan MAN 3 Cilacap, tetapi juga dihadiri oleh perwakilan madrasah sekitar, yaitu MA Al Madinah, MA Darussalam, dan MAS Nurul Islam, sehingga menjadi forum berbagi praktik baik dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.

Dalam pemaparannya, H. Muhamad Siswanto menjelaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak cukup diterapkan di ruang kelas, tetapi harus menjadi budaya yang hidup dalam kepemimpinan kepala madrasah, tata kelola organisasi, serta budaya kerja seluruh warga madrasah. Nilai-nilai Panca Cinta—cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air—harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan, interaksi, maupun proses pembelajaran sehingga mampu membentuk peserta didik yang humanis, religius, nasionalis, peduli lingkungan, dan berdaya saing global.

Beliau juga memberikan pendampingan kepada peserta melalui workshop dan diskusi penyusunan strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Dalam sesi tersebut, guru-guru secara kolaboratif menyusun langkah-langkah integrasi nilai-nilai Panca Cinta ke dalam perencanaan pembelajaran, budaya madrasah, program kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga tata kelola kelembagaan. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi gagasan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyentuh aspek karakter peserta didik.

Sebagai bentuk implementasi nyata, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan strategi yang telah dirancang. Pada kesempatan tersebut, rumpun Bahasa Inggris dan rumpun Bahasa Indonesia menampilkan hasil penyusunan integrasi Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, modul ajar, serta aktivitas pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada penguatan karakter. Sesi presentasi berlangsung interaktif melalui diskusi dan refleksi bersama, sehingga peserta memperoleh berbagai masukan untuk menyempurnakan rancangan implementasi di masing-masing mata pelajaran.

Selain penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, workshop juga memberikan insersi Pendidikan Perkoperasian sebagai bagian dari penguatan karakter kewirausahaan, kemandirian, dan semangat gotong royong. Melalui materi ini, guru didorong untuk menanamkan nilai-nilai ekonomi kerakyatan, kolaborasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan kepada peserta didik melalui berbagai kegiatan pembelajaran maupun pengembangan budaya madrasah.

Melalui rangkaian workshop selama dua hari ini, MAN 3 Cilacap semakin meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang humanis, kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan. Sinergi antara guru, kepala madrasah, pengawas, fasilitator, serta madrasah mitra diharapkan mampu memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sehingga lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, kepedulian sosial, kecintaan terhadap lingkungan, serta kesiapan menghadapi tantangan global.

Oleh Mukhtar (TIM IT MAN 3 Cilacap)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top